Situs Warisan Budaya Dunia My Son di Vietnam kini tengah mengadopsi pendekatan modern untuk menyeimbangkan kebutuhan pariwisata berkelanjutan dengan pelestarian sejarah yang ketat. Melalui digitalisasi dan kolaborasi intensif dengan para ahli internasional, pengelola situs berupaya melindungi integritas arsitektur kuno sembari meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan.
Direktur Badan Pengelola Warisan My Son, Nguyen Cong Khiet, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan kunjungan hingga 490.000 wisatawan pada tahun 2026. Untuk mendukung hal tersebut, berbagai inovasi telah diterapkan, termasuk penggunaan sistem panduan audio multibahasa berbasis AI, aplikasi tur realitas virtual (VR), hingga digitalisasi 3D kompleks candi. Langkah ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai sejarah dan arsitektur situs kepada pengunjung tanpa mengganggu area inti yang sensitif.
Proses restorasi fisik tetap menjadi prioritas utama dengan melibatkan berbagai institusi global seperti JICA dari Jepang, Yayasan Lerici dari Italia, dan Survei Arkeologi India. Sebagai contoh, restorasi pada kelompok menara L dan F dilakukan dengan metode ilmiah yang teliti, di mana teknik konstruksi batu bata kuno tanpa mortar tetap dipertahankan untuk menjaga keaslian struktur aslinya bagi generasi mendatang.
Selain restorasi fisik, digitalisasi juga menyasar manajemen data warisan, termasuk pendokumentasian artefak dan materi penelitian ke dalam sistem terpusat. Hal ini tidak hanya mempermudah akses informasi bagi para peneliti, tetapi juga memastikan konektivitas data yang lebih efisien. Inovasi seperti sistem tiket daring (QR Code) dan integrasi informasi di platform digital global telah menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih cerdas dan responsif.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, situs My Son membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya tidak harus terhambat oleh modernisasi. Sebaliknya, pemanfaatan teknologi menjadi instrumen penting untuk menghidupkan kembali nilai sejarah, memperkuat kesadaran akan tanggung jawab pelestarian, dan memastikan warisan dunia ini tetap relevan di tengah dinamika industri pariwisata global.