Bagi Anda yang sering mengalami kesulitan untuk memejamkan mata di malam hari, berkebun mungkin bisa menjadi solusi alami yang patut dicoba. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menunjukkan bahwa individu yang rutin beraktivitas di kebun memiliki risiko lebih kecil mengalami gangguan tidur dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.
Temuan ini didasarkan pada analisis data terhadap hampir 60.000 responden dari Behavioral Risk Factor Surveillance System (BRFSS). Hasil penelitian tersebut mengonfirmasi adanya kaitan erat antara kebiasaan merawat tanaman dengan peningkatan durasi tidur serta berkurangnya rasa kantuk berlebihan saat beraktivitas di siang hari.
Dokter spesialis tidur, Dr. Fariha Abbasi-Feinberg, menekankan bahwa kualitas tidur yang baik merupakan salah satu pilar utama kesehatan, sejajar dengan pola makan bergizi dan olahraga. Kurang tidur yang kronis tidak hanya memicu gangguan kognitif dan kecemasan, tetapi juga meningkatkan kerentanan tubuh terhadap berbagai penyakit serius lainnya.
Lebih lanjut, para ahli berpendapat bahwa manfaat berkebun bagi kualitas tidur muncul dari kombinasi antara aktivitas fisik yang terukur serta paparan sinar matahari alami di siang hari. Paparan cahaya alami berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian tubuh, sementara aktivitas fisik membantu tubuh lebih rileks saat malam tiba.
Meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti lebih dalam—apakah karena faktor interaksi dengan alam, gerakan fisik, atau kontak langsung dengan tanah—para ahli sepakat bahwa menghabiskan waktu di ruang terbuka tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Bagi masyarakat yang belum memiliki lahan kebun, berkunjung ke ruang terbuka hijau secara konsisten juga dinilai dapat memberikan manfaat serupa untuk kesehatan tidur Anda.