PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) terus mematangkan strategi bisnisnya di tengah kompetisi industri perbankan yang kian dinamis. Fokus utama perseroan kini diarahkan pada penguatan segmen wholesale melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi, yang dinilai lebih terukur dibandingkan ekspansi nasabah secara individual.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan perusahaan-perusahaan besar sebagai jangkar (anchor client) untuk menjangkau seluruh rantai pasok mereka. Dengan metode ini, bank mampu menyasar pemasok, distributor, hingga karyawan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, KB Bank menyediakan rangkaian solusi keuangan komprehensif, mencakup pembiayaan korporasi, manajemen arus kas, trade finance, hingga pembiayaan rantai pasok. Langkah ini tidak hanya mempererat hubungan dengan nasabah korporasi, tetapi juga berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan dana murah melalui layanan transaksi perbankan dan pengelolaan penggajian (payroll).

Efektivitas strategi ini tercermin pada capaian kuartal I-2026, di mana portofolio kredit wholesale perseroan berhasil tumbuh sebesar 5,7 persen secara tahunan. Pihak manajemen meyakini bahwa pendekatan berbasis ekosistem ini merupakan kunci dalam menjaga kualitas portofolio kredit, sekaligus meningkatkan profitabilitas jangka panjang.

Seiring dengan penguatan wholesale, KB Bank tetap mempertahankan fokus pada segmen ritel dengan memprioritaskan layanan wealth management dan deposito bagi nasabah mass affluent. Selain itu, produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau mortgage juga dioptimalkan untuk menyasar segmen profesional berpenghasilan tinggi dengan kriteria pendapatan di atas Rp5 miliar per tahun.