PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya melaporkan pertumbuhan positif dalam mobilitas penumpang di Stasiun Malang sepanjang paruh pertama tahun 2026. Tercatat sebanyak 1.087.795 pelanggan telah menggunakan layanan kereta api dari stasiun tersebut, yang terdiri dari 536.049 penumpang yang berangkat dan 551.746 penumpang yang tiba.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana jumlah pelanggan yang tercatat mencapai 1.036.739 orang. Lonjakan volume penumpang ini dinilai sebagai cerminan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama untuk berbagai keperluan, mulai dari bisnis, pendidikan, hingga liburan keluarga.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga sepanjang semester pertama, terutama pada momen libur panjang dan libur sekolah. Menurutnya, hal ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menjaga keandalan operasional serta ketepatan waktu perjalanan kereta api.
Selain faktor mobilitas, transformasi layanan di area stasiun juga menjadi pendorong utama. Stasiun Malang kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti teknologi Face Recognition Boarding Gate, ruang tunggu yang representatif, fasilitas ramah disabilitas, ruang laktasi, hingga kemudahan integrasi dengan moda transportasi lanjutan.
Komitmen KAI ke depan berfokus pada penyempurnaan layanan digital dan kenyamanan di stasiun untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan. Dengan tren pertumbuhan yang positif di semester pertama, pihak KAI Daop 8 Surabaya menyatakan optimisme bahwa kinerja pelayanan transportasi publik ini akan terus meningkat di semester berikutnya.