Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Pusat Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, diwarnai oleh momen hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Saat berpapasan dalam rangkaian acara, kedua tokoh tersebut menunjukkan gestur penghormatan yang serempak sebelum saling bersalaman.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyapa para tamu undangan, termasuk Sinta Nuriyah Wahid, Ketua DPR Puan Maharani, hingga Siti Hediati Hariyadi, sebelum akhirnya menempati kursi utama di samping Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya Polri menjaga kepercayaan publik sebagai modal utama dalam menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas dan keberlangsungan institusi kepolisian bersumber dari rakyat, sehingga perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas mutlak yang harus diutamakan oleh setiap personel.
Lebih lanjut, Kepala Negara memberikan arahan tegas agar hukum ditegakkan secara adil dan tidak pandang bulu. Prabowo secara khusus mengingatkan bahwa hukum tidak boleh dijadikan alat kepentingan kelompok, sarana balas dendam politik, maupun senjata bagi pihak berduit untuk mengintimidasi kalangan yang lemah.
Mengakhiri arahannya, Prabowo mengapresiasi langkah konkret Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran dalam melakukan reformasi internal. Upaya peningkatan profesionalisme, kedisiplinan, serta penguatan sinergi lintas komponen bangsa dinilai sebagai langkah krusial dalam membawa Polri menjadi institusi yang lebih modern dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.