Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI) Cabang Dataran Tengah dan Dataran Tinggi bekerja sama dengan Bank Kepercayaan Komersial Vietnam (Vietbank) baru saja menyelenggarakan lokakarya strategis bertajuk "Manajemen Arus Kas dan Pengaksesan Modal untuk Bisnis dalam Konteks Baru" di Da Nang. Forum ini menjadi wadah diskusi krusial untuk membedah tantangan likuiditas, manajemen arus kas, serta strategi adaptasi bisnis di tengah fluktuasi pasar global yang masih menyisakan ketidakpastian.
Data VCCI menunjukkan bahwa 62,4% pelaku usaha di wilayah tersebut mampu mencatatkan stabilitas atau peningkatan pendapatan di awal tahun 2026. Namun, keberhasilan ini dibayangi oleh tantangan berat, mulai dari lonjakan biaya operasional, logistik, hingga beban tenaga kerja. Mayoritas pelaku usaha yang didominasi oleh segmen UKM kerap kesulitan mengakses permodalan karena ketergantungan pada agunan fisik, seperti properti, yang nilainya kini kian fluktuatif.
Dalam merespons hambatan tersebut, sektor perbankan mulai mengadopsi paradigma baru dalam penyaluran kredit. Vietbank, misalnya, kini tidak lagi semata-mata mengandalkan jaminan aset fisik, melainkan mulai menilai efektivitas operasional, siklus bisnis, serta transparansi arus kas calon debitur. Langkah ini didukung oleh kebijakan pemberian pinjaman yang disesuaikan dengan karakteristik spesifik industri, yang bertujuan untuk meringankan beban prosedural bagi pelaku usaha.
Di sisi lain, para ahli menekankan bahwa keberhasilan akses modal sangat bergantung pada kesiapan internal perusahaan. Bapak Ho Anh Tuan dari VCCI menekankan pentingnya bagi para pelaku bisnis untuk "menyelamatkan diri" melalui perbaikan sistem akuntansi dan transparansi data keuangan. Membangun rekam jejak digital yang kredibel kini menjadi "paspor" utama bagi pelaku usaha agar dapat memperoleh kepercayaan penuh dari lembaga pembiayaan.
Pakar keuangan Dr. Truong Van Phuoc menambahkan bahwa di tengah kompetisi yang ketat, perusahaan perlu mengutamakan efisiensi dibandingkan sekadar ekspansi skala. Dengan merestrukturisasi pinjaman jangka pendek menjadi jangka menengah-panjang serta memperkuat manajemen arus kas, pelaku bisnis diharapkan dapat meningkatkan ketahanan finansial sekaligus mempererat hubungan kemitraan yang produktif dengan pihak perbankan.