Pasar saham teknologi di Vietnam mencatatkan kinerja negatif yang signifikan pada periode perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Indeks sektor ini ditutup di level 168,95 poin, terkoreksi 0,65% setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan yang sempat tercipta di awal pekan.

Data perdagangan menunjukkan ketimpangan yang ekstrem antara volume jual dan beli. Saham-saham yang mengalami pelemahan mendominasi pasar dengan nilai transaksi mencapai 638,5 miliar VND, sementara arus modal masuk ke saham yang menguat tercatat sangat minim, hanya sekitar 5,3 miliar VND. Secara akumulatif, investor menarik lebih dari 2,3 triliun VND dari sektor teknologi sepanjang pekan tersebut.

Analis dari Pinetree, Nguyen Tan Phong, menjelaskan bahwa fenomena ini sebagian besar didorong oleh arus modal internasional yang kembali ke mata uang dolar AS sebagai respons atas kebijakan Federal Reserve. Tekanan pada pasar negara berkembang ini diperparah oleh dominasi pengaruh saham-saham Vingroup terhadap pergerakan indeks VN-Index, yang saat ini masih terjebak dalam fase konsolidasi.

Kendati demikian, prospek jangka panjang tetap menjadi catatan optimis bagi pelaku pasar. Laporan terbaru dari VNDirect memproyeksikan adanya pemulihan dan potensi lonjakan pasar di paruh kedua tahun 2026. Optimisme ini didasarkan pada rencana peningkatan peringkat pasar oleh FTSE Russell, reformasi infrastruktur bursa, serta stabilitas makroekonomi yang diharapkan mampu mendorong VN-Index mencapai target 2.014 poin pada akhir tahun.