Bursa saham Wall Street ditutup dalam kondisi tertekan pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Sentimen negatif didominasi oleh penurunan tajam pada sektor teknologi, yang menyeret indeks S&P 500 terkoreksi 0,22 persen ke level 7.483,23, sementara indeks Nasdaq Composite terkontraksi 0,66 persen menjadi 26.040,03. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average cenderung stagnan dengan penurunan tipis 13,96 poin ke posisi 52.305,24.
Tekanan jual cukup terasa pada saham-saham semikonduktor, di mana indeks sektor ini anjlok hingga 6,3 persen. Emiten besar seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan Asustek Computer memimpin pelemahan dengan koreksi masing-masing lebih dari 6 persen. Nvidia dan Broadcom juga tak luput dari tren negatif ini, masing-masing melemah sebesar 1,25 persen dan 2,23 persen.
Meski demikian, guncangan di sektor teknologi sedikit diredam oleh lonjakan saham Meta Platforms sebesar 8,8 persen. Penguatan ini dipicu oleh laporan bahwa perusahaan tersebut berencana mengembangkan unit bisnis komputasi awan yang difokuskan pada penyediaan kapasitas komputasi AI. Selain itu, pernyataan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, turut menjadi perhatian pasar setelah ia menegaskan komitmen pada target inflasi 2 persen dan menunda rencana pelonggaran kebijakan moneter, terlepas dari tekanan politik untuk pemangkasan suku bunga.
Dampak dari kebijakan moneter tersebut turut memengaruhi pasar komoditas, di mana harga emas berjangka di COMEX naik 1,1 persen ke level US$4.082,4 per ons. Namun, penguatan emas dibatasi oleh penguatan indeks dolar AS yang tercatat naik sebesar 0,17 persen.
Kondisi serupa terjadi di pasar Eropa, di mana indeks STOXX 600 melemah 0,4 persen yang dipicu oleh sentimen negatif di sektor teknologi. Investor kini tengah mengalihkan fokus pada data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Kamis, menjelang penutupan bursa New York pada Jumat besok untuk merayakan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.