Di tengah gempuran teknologi kamera digital dan smartphone yang serba instan, Fujifilm justru mengambil langkah bernostalgia dengan menghadirkan dua model terbaru dari lini kamera sekali pakai, QuickSnap. Peluncuran ini menjadi momentum perayaan empat dekade kehadiran seri ikonik tersebut sejak pertama kali diperkenalkan pada Juli 1986 silam.
Kedua produk terbaru ini, yakni QuickSnap Black and White dan QuickSnap Active, hadir untuk memberikan sensasi fotografi yang lebih personal. Berbeda dengan ponsel pintar yang memungkinkan pengguna mengambil ribuan gambar, kamera ini membatasi pengguna pada 27 jepretan film saja. Keterbatasan ini memaksa fotografer untuk lebih cermat dan 'sengaja' dalam menangkap momen tanpa distraksi notifikasi perangkat digital.
Varian QuickSnap Black and White dirancang bagi pecinta estetika klasik dengan dukungan film negatif hitam putih ISO 400. Secara teknis, kamera ini tetap mempertahankan desain khasnya yang sederhana, menggunakan lensa plastik fixed focus 32 mm, bukaan f/10, serta lampu kilat terintegrasi yang optimal untuk pemotretan jarak dekat.
Sementara itu, bagi penggemar kegiatan petualangan, Fujifilm memperkenalkan QuickSnap Active. Menggantikan peran seri Waterproof, kamera ini dibekali film warna ISO 800 yang mumpuni untuk digunakan di luar ruangan. Perangkat ini dirancang tangguh untuk menemani berbagai aktivitas ekstrem, mulai dari berenang hingga snorkeling, dengan kemampuan bertahan di dalam air hingga kedalaman 10,6 meter.
Presiden Divisi Imaging Fujifilm North America, Bing Liem, menyatakan bahwa kehadiran seri ini merupakan tawaran bagi mereka yang merindukan pengalaman memotret secara fisik. Setelah seluruh gulungan film habis, pengguna diwajibkan membawa kamera tersebut ke laboratorium cuci cetak foto, sebuah proses yang kini dianggap sebagai nilai tambah dan keunikan tersendiri di era modern.