Memasuki usia 40-an, Luna Maya tetap menjadi sorotan publik berkat penampilannya yang selalu tampak bugar dan penuh energi. Memasuki usia 42 tahun pada Agustus mendatang, selebritas papan atas ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap pola hidup sehat merupakan kunci utama dalam mempertahankan vitalitas tubuh.
Salah satu pilar kebugaran yang konsisten ia terapkan adalah olahraga lari. Aktivitas ini tidak hanya dilakukan saat berada di dalam negeri, tetapi juga menjadi menu wajib saat ia bepergian ke luar negeri. Selain membakar kalori, lari terbukti efektif dalam meningkatkan daya tahan fisik sekaligus meredakan tingkat stres.
Tak berhenti pada kardio, Luna juga menantang dirinya melalui ajang HYROX. Kompetisi ini mengombinasikan lari satu kilometer dengan serangkaian latihan kekuatan intensif. Keterlibatan dalam olahraga berbasis komunitas ini memberikan manfaat ganda, yakni peningkatan kekuatan otot secara menyeluruh serta penguatan kesehatan mental melalui interaksi sosial.
Untuk menjaga postur dan kelenturan tubuh, Luna memilih pilates sebagai pelengkap rutinitasnya. Latihan yang berfokus pada kekuatan otot inti dan fleksibilitas ini sangat krusial bagi individu di usia matang untuk menjaga kesehatan sendi dan memperbaiki keseimbangan postur agar tetap ideal.
Sebagai penutup dari rangkaian aktivitas fisiknya, Luna rutin bermain padel bersama rekan-rekannya. Selain melatih koordinasi tubuh dan kebugaran jantung, jenis olahraga ini memberikan dampak positif secara psikologis karena sifatnya yang interaktif dan menyenangkan.
Secara keseluruhan, konsistensi Luna Maya dalam menggerakkan tubuh berdampak signifikan pada sirkulasi darah. Peningkatan aliran oksigen dan nutrisi ke kulit, yang dikombinasikan dengan penurunan hormon stres, menjadi rahasia di balik kulit kencang dan stamina prima yang ia miliki saat ini.