Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) terus menggenjot potensi pariwisata daerah dengan menyasar pasar nasional. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui ajang Table Top & Travel Dialogue yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (24/6/2026).
Acara yang mempertemukan 28 pelaku wisata Sleman sebagai seller dengan 95 buyer dari berbagai sektor ini bertujuan memperluas jangkauan pemasaran destinasi lokal. Para pembeli yang hadir mencakup jaringan korporasi, kementerian, asosiasi perjalanan, hingga organisasi bisnis nasional, seperti Kadin Jakarta dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk memperkenalkan Sleman tidak sekadar sebagai destinasi liburan, melainkan sebagai pusat kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Pihaknya menawarkan ekosistem wisata yang komprehensif, mulai dari keindahan alam Merapi dan Tebing Breksi hingga infrastruktur pertemuan yang memadai.
Dalam forum business matching tersebut, sejumlah pelaku usaha pariwisata Sleman telah mencatatkan kesepakatan awal dan prospek bisnis yang menjanjikan. Contoh nyata terlihat dari keberhasilan Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta yang berhasil mengamankan 10 potensi kerja sama untuk agenda di semester kedua tahun 2026, serta Swiss-Belexpress yang menjalin kolaborasi dengan operator perjalanan nasional.
Selain transaksi bisnis, kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran wawasan mengenai pemasaran digital dan pengembangan citra destinasi. Melalui sinergi lintas sektor ini, Sleman optimistis dapat meningkatkan daya saing pariwisatanya di tingkat nasional serta menjawab tantangan perilaku wisatawan modern yang kian dinamis dan berbasis pengalaman.