Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, kini mencatatkan tonggak sejarah baru dalam sektor industri manufaktur. PT Evyap Sabun Indonesia, anak usaha dari Evyap Group asal Turki, secara resmi telah memulai operasional pabrik pengolahan produk berbasis kelapa sawit setelah merampungkan proses pembangunan yang dimulai sejak Maret 2023.

Peresmian fasilitas produksi dengan nilai investasi mencapai 130 juta dolar AS atau setara Rp2,33 triliun ini dilakukan dalam seremoni yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026). Kehadiran pabrik ini dinilai sebagai bukti konkret kepercayaan investor internasional terhadap stabilitas iklim investasi serta ekosistem industri yang dibangun oleh pemerintah Indonesia di wilayah KEK.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menekankan bahwa operasional PT Evyap Sabun Indonesia merupakan cerminan sinergi yang efektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan. Fasilitas ini nantinya akan memproduksi beragam turunan sawit, mulai dari fatty acids, gliserin, hingga bahan baku sabun (soap noodles) untuk pasar domestik maupun mancanegara.

CEO Life Chemistry Evyap, Saw Lee Chyan, mengungkapkan bahwa pemilihan KEK Sei Mangkei didorong oleh kemudahan akses layanan terintegrasi yang berfungsi sebagai solusi satu pintu bagi pelaku industri. Dengan total kapasitas produksi gabungan mencapai 650.000 ton per tahun, Evyap siap melayani kebutuhan lebih dari 600 pelanggan yang tersebar di 55 negara.

Hingga kuartal pertama tahun 2026, KEK Sei Mangkei mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp31,8 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 14.689 orang. Capaian ini memperkokoh posisi KEK sebagai penggerak ekonomi utama, yang hingga semester pertama tahun 2025 telah berhasil menarik total investasi sebesar Rp153,3 triliun dari 153 perusahaan, dengan mayoritas modal berasal dari penanaman modal asing.