Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Senin (6/7/2026). Kolaborasi ini dirancang untuk mengintegrasikan pembangunan sektor kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat desa, guna memastikan akses layanan medis primer yang lebih inklusif dan bermutu hingga ke pelosok dusun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam pembangunan desa. Melalui kerja sama ini, pemerintah berupaya menggeser paradigma kesehatan dari kuratif menuju preventif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran pemerintah desa dalam menyukseskan program prioritas, seperti deteksi dini penyakit, percepatan penurunan angka stunting, penanganan tuberkulosis, serta revitalisasi Posyandu.

Ruang lingkup kolaborasi ini mencakup integrasi data kesehatan desa, penguatan Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K), serta peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Kemenkes mencatat saat ini telah tersedia jejaring luas yang terdiri dari 10 ribu Puskesmas dan ratusan ribu Posyandu yang ditopang oleh 1,5 juta kader kesehatan, yang akan semakin diperkuat melalui pembaruan nota kesepahaman ini.

Di sisi lain, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyatakan bahwa afirmasi bagi desa tertinggal menjadi prioritas dalam kerja sama ini. Pihaknya berkomitmen untuk mengarahkan penggunaan dana desa agar lebih tepat sasaran, terutama dalam mendukung intervensi kesehatan yang berdampak langsung bagi warga, termasuk upaya berkelanjutan dalam menekan angka stunting secara nasional.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menambahkan bahwa desa adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput. Dengan integrasi yang lebih solid antara Kemenkes dan Kemendes PDT, diharapkan pelayanan kesehatan tidak hanya sekadar tersedia, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.