Organisasi relawan Pro Jokowi (PROJO) kembali memantapkan langkah strategisnya dalam peta politik nasional. Melalui forum Konferensi Daerah (Konferda) Jawa Barat yang dihelat di Kota Bandung, Sabtu (30/5), Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan tetap konsisten menempatkan aspirasi rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap gerak langkahnya.
Budi Arie menyatakan bahwa keberpihakan kepada rakyat bukanlah sekadar agenda musiman, melainkan menjadi denyut nadi keseharian organisasi. Ia menekankan bahwa problematika rakyat merupakan isu krusial yang harus diselesaikan setiap saat, bukan hanya pada momen-momen politik lima tahunan. Pandangan ini menjadi dasar bagi PROJO untuk terus menyelaraskan diri dengan harapan masyarakat luas.
Menanggapi rencana Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, untuk turun langsung menyapa masyarakat di berbagai pelosok Indonesia, PROJO menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan. Budi Arie menyebut pihaknya akan bersinergi dengan seluruh elemen relawan, tokoh masyarakat, serta partai politik untuk memastikan agenda tersebut berjalan efektif demi kesejahteraan rakyat.
Di sisi lain, Budi Arie dengan tegas menggarisbawahi arah politik organisasi terkait kepemimpinan nasional saat ini. Ia menginstruksikan seluruh kader agar tetap teguh mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Baginya, posisi tersebut merupakan amanat yang harus dijaga sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan pasca-Pemilu.
Kegiatan Konferda di Bandung ini sendiri merupakan rangkaian dari agenda konsolidasi nasional yang diamanatkan dalam Kongres Ketiga PROJO tahun 2025. Budi Arie meyakini bahwa kemampuan melakukan konsolidasi yang solid adalah tolok ukur utama bagi kekuatan sebuah organisasi dalam mewarnai dinamika politik nasional, baik di ruang digital maupun realita di lapangan.