PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus mempertegas posisinya dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Bagi perusahaan yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG) ini, GCG bukan lagi sekadar instrumen kepatuhan, melainkan strategi krusial untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang resilien di tengah dinamika pasar global.

Langkah strategis ini diambil merespons tantangan iklim bisnis saat ini, di mana 73% CEO di kawasan Asia-Pasifik menyatakan kekhawatiran terhadap risiko regulasi yang kian kompleks. Selain itu, tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas menjadi elemen vital, mengingat data Worldwide Governance Indicators (WGI) 2024 menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pengendalian korupsi di Indonesia.

Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, menekankan bahwa GCG berfungsi sebagai strategic enabler bagi perusahaan. Menurutnya, kepercayaan merupakan aset yang tak ternilai, sehingga manajemen harus mampu mengintegrasikan prinsip tata kelola dalam setiap pengambilan keputusan guna mempertahankan reputasi di mata masyarakat maupun investor.

Sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi tersebut, Askrindo dianugerahi Indonesia Excellent Good Corporate Governance (GCG) Award 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam mengintegrasikan manajemen risiko yang lebih prudent, efektivitas pengendalian internal, serta percepatan digitalisasi demi mendukung transparansi operasional.

Ke depan, Askrindo berkomitmen untuk menyelaraskan praktik tata kelola mereka dengan standar internasional. Fokus utama perusahaan meliputi penguatan budaya integritas di seluruh lini organisasi serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, yang didukung penuh oleh pemanfaatan teknologi informasi untuk memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan.