PT Harum Energy Tbk (HRUM) resmi menambah kas konsolidasiannya melalui perolehan fasilitas pinjaman afiliasi dengan nilai total mencapai USD149 juta atau setara dengan Rp2,67 triliun. Langkah strategis ini dilakukan guna memperkokoh struktur permodalan dalam mendukung berbagai proyek hilirisasi nikel yang tengah dijalankan perseroan.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, pendanaan ini mengalir melalui anak usaha perusahaan, PT Nickel Cobalt Asia (NCA). Transaksi pertama melibatkan PT Aster Investasi Indonesia yang memberikan fasilitas pinjaman sebesar USD100 juta. Dana tersebut nantinya akan disalurkan oleh NCA kepada PT Infei Metal Industry untuk operasional fasilitas peleburan nickel pig iron (NPI) sebesar USD30 juta, serta alokasi hingga USD51 juta bagi PT Blue Sparking Energy yang berfokus pada pengembangan proyek high pressure acid leach (HPAL).
Selain itu, PT Blue Sparking Energy juga menerima dukungan pendanaan terpisah sebesar USD49 juta dari Tanjung Development Investment Pte Ltd. Seluruh fasilitas pinjaman ini dikenakan suku bunga mengambang berbasis Secured Overnight Financing Rate (SOFR) ditambah margin yang kompetitif, dengan tenor jatuh tempo hingga tahun 2029 dan 2030.
Di samping perolehan dana baru, Harum Energy juga melakukan restrukturisasi pinjaman pada PT Nickel Cobalt Asia. Melalui penggabungan tiga perjanjian pinjaman menjadi satu untuk PT Westrong Metal Industry, perseroan berhasil menata kembali utang pokok senilai USD194,7 juta atau sekitar Rp3,5 triliun. Penyesuaian ini mencakup perpanjangan masa jatuh tempo utang hingga 31 Desember 2029, guna memberikan fleksibilitas arus kas yang lebih baik bagi keberlangsungan proyek-proyek strategis perusahaan.