Universitas Padjadjaran (Unpad) mengambil langkah strategis dalam memperkuat fondasi ilmu pengetahuan dengan membuka Program Studi Doktor (S-3) Fisika. Program baru ini diproyeksikan mulai menerima mahasiswa pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, sebagai wujud komitmen universitas dalam memajukan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Ketua Program Studi Doktor Fisika Unpad, Lusi Safriani, Ph.D., menekankan bahwa kehadiran program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman melalui hilirisasi riset. Kurikulum yang disusun difokuskan pada penguasaan teori serta penelitian eksperimental yang mendalam, guna menghasilkan solusi nyata bagi industri sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini menawarkan lima bidang peminatan utama, yakni material maju, nanoteknologi, instrumentasi, lingkungan, serta geofisika. Guna menjamin kualitas akademik, Unpad menerjunkan 17 dosen pengajar, dengan enam di antaranya merupakan profesor. Keunggulan departemen ini juga diperkuat dengan keberadaan dua peneliti yang tercatat dalam daftar peneliti top 2 persen dunia.
Dalam mendukung kegiatan riset mahasiswa, pihak universitas telah menyediakan berbagai laboratorium canggih, seperti Laboratorium Fisika Energi, Material, dan Instrumentasi. Selain itu, mahasiswa diberikan akses luas untuk berkolaborasi dengan berbagai institusi mitra, baik di tingkat nasional seperti BRIN maupun perguruan tinggi bereputasi di Jepang, Jerman, Inggris, dan Malaysia.
Program studi ini tidak hanya terbuka bagi akademisi, tetapi juga menyambut praktisi industri yang ingin meningkatkan kapasitas riset mereka. Calon mahasiswa yang berminat dapat memantau mekanisme pendaftaran melalui laman resmi smup.unpad.ac.id atau berinteraksi langsung melalui kanal media sosial resmi Fisika Unpad untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.