Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan mengambil langkah progresif dalam memitigasi penyebaran penyakit menular di wilayahnya. Melalui strategi penemuan kasus secara aktif atau case finding, otoritas kesehatan setempat kini lebih agresif dalam memburu potensi penderita tuberkulosis (TB), kusta, HIV, serta filariasis langsung di lingkungan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menjelaskan bahwa metode ini tidak hanya berhenti pada penemuan satu pasien saja. Setiap kali ditemukan warga yang terkonfirmasi mengidap penyakit menular, petugas kesehatan bersama jajaran kader akan segera melakukan pelacakan kontak (contact tracing) terhadap lingkungan sekitar penderita untuk memetakan potensi penularan lebih luas.

Menurut Puji, langkah cepat tersebut merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai transmisi penyakit. Jika ditemukan individu yang menunjukkan gejala atau indikasi klinis, pihak Dinkes akan langsung melakukan tindakan pemeriksaan medis. Apabila hasil tes menunjukkan diagnosis positif, pasien tersebut akan segera diberikan penanganan pengobatan sesuai dengan protokol kesehatan standar yang berlaku.

Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya deteksi dini ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan publik di Kota Pekalongan. Keberhasilan program ini pun sangat bergantung pada peran serta masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga sanitasi lingkungan.

Dinkes Kota Pekalongan mengimbau warga agar tidak ragu untuk segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika merasakan gejala gangguan kesehatan. Keterbukaan dan partisipasi aktif warga dalam melaporkan kondisi kesehatan menjadi elemen vital dalam mendukung efektivitas pencegahan serta pengendalian penyakit menular di masyarakat.