Pemerintah provinsi kini mengambil langkah tegas untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh unit usaha yang beroperasi di wilayahnya. Keputusan ini diambil menyusul insiden pencemaran lingkungan berupa bau busuk menyengat yang bersumber dari fasilitas produksi PT Tien Dat Animal Feed Ingredients di Kawasan Industri Hoang Gia, yang beroperasi tanpa prosedur hukum yang lengkap sejak Oktober 2025.
Hasil investigasi pihak berwenang menemukan bahwa perusahaan tersebut mengabaikan berbagai standar krusial, mulai dari izin investasi, kelengkapan dokumen lahan, hingga sistem pengolahan limbah yang tidak memadai. Penumpukan bulu unggas di lokasi pabrik telah mencemari udara di area permukiman sekitar, sekaligus menjadi bukti nyata ketidakpatuhan terhadap regulasi perlindungan lingkungan dan standar keamanan kebakaran.
Meskipun pihak berwenang telah menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 65 juta VND dan perintah penangguhan operasional, perusahaan tersebut dilaporkan tetap mengabaikan instruksi untuk memperbaiki tata kelola maupun melakukan relokasi. Ketidakteraturan ini diperburuk dengan riwayat pelanggaran pembangunan tanpa izin di lokasi yang sama, yang hingga kini belum terselesaikan secara hukum.
Menanggapi fenomena ini, Ketua Komite Rakyat Provinsi, Le Van Han, menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek di berbagai kawasan industri. Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas setiap fasilitas yang belum menyelesaikan prosedur legal formal guna mencegah munculnya titik rawan pencemaran baru yang dapat merugikan masyarakat.
Lebih lanjut, tanggung jawab pengawasan kini diletakkan di pundak pemerintah daerah tingkat akar rumput. Setiap instansi yang lalai dalam mendeteksi dan menindak pelanggaran di wilayah yurisdiksinya akan menerima sanksi tegas, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban lingkungan dan kepastian investasi yang sehat di daerah tersebut.