Meta secara resmi mengumumkan ekspansi strategis ke ranah bisnis cloud computing dengan membentuk unit baru yang disebut Meta Compute. Langkah ini diambil perusahaan untuk menjual kelebihan kapasitas infrastruktur komputasi AI mereka, yang secara langsung menempatkan raksasa teknologi tersebut di arena persaingan yang selama ini didominasi oleh pemain besar seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, dan Microsoft Azure.

Proyek ambisius ini dipimpin oleh jajaran eksekutif senior, yakni Santosh Janardhan selaku kepala infrastruktur, Daniel Gross yang memimpin Meta Superintelligence Labs, dan Dina Powell McCormick. Melalui inisiatif ini, Meta sedang mempertimbangkan dua skema layanan utama: memberikan akses bagi pengembang untuk memanfaatkan model AI milik Meta yang ter-host di infrastruktur internal, atau menyewakan kapasitas komputasi GPU secara mentah kepada perusahaan pihak ketiga.

Keputusan ini dipandang sebagai langkah logis bagi Meta yang telah menggelontorkan anggaran infrastruktur masif, mencapai estimasi 125 hingga 145 miliar dolar AS untuk tahun 2026. CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah memberikan sinyal kuat mengenai potensi bisnis ini, menyebutkan bahwa tingginya permintaan dari berbagai perusahaan untuk mengakses model AI dan kapasitas komputasi perusahaan menjadi pendorong utama transformasi ini.

Respon pasar terhadap langkah Meta ini cukup signifikan. Saham Meta tercatat melonjak lebih dari 10 persen pasca pengumuman, yang menjadi kenaikan harian tertinggi dalam lima bulan terakhir. Sebaliknya, kabar ini justru memberikan tekanan bagi perusahaan neocloud seperti CoreWeave dan Nebius. Investor khawatir bahwa Meta akan mengurangi ketergantungannya pada penyedia infrastruktur pihak ketiga seiring dengan semakin kuatnya kapasitas komputasi mandiri yang dimiliki perusahaan.

Dengan memanfaatkan skala ekonomi dan infrastruktur kelas dunia yang telah dibangun, Meta berupaya menciptakan sumber pendapatan baru di luar lini bisnis iklan tradisional. Meski belum memberikan detail operasional secara rinci, kehadiran Meta Compute diprediksi akan mengubah dinamika peta persaingan cloud global secara signifikan, menjadikannya penantang baru yang patut diperhitungkan dalam industri teknologi masa depan.