Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini berada dalam lintasan yang positif meski tengah menghadapi berbagai tantangan global. Purbaya menyatakan bahwa fundamental ekonomi domestik terbukti tangguh dan tidak menunjukkan tanda-tanda krisis, dengan kebijakan fiskal yang terus dikelola secara pruden dan hati-hati.
Stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi menjadi perhatian utama pemerintah yang kini dikelola melalui koordinasi intensif dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Menurut Purbaya, pergerakan mata uang lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global, sementara ekonomi riil di tingkat masyarakat terus didorong untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Dari sisi pengelolaan anggaran, pemerintah memastikan defisit APBN tetap terjaga di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan rasio utang pemerintah yang berada di kisaran 40 persen terhadap PDB, Indonesia dinilai masih memiliki ruang fiskal yang aman dan terukur dibandingkan banyak negara lainnya.
Mengenai pelaksanaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkelanjutan. Langkah ini diambil guna memastikan efisiensi anggaran serta ketepatan sasaran, mengingat setiap program baru memerlukan pengawasan ketat untuk meminimalisir risiko penyimpangan.
Selain penguatan fiskal, pemerintah juga menegaskan komitmennya terhadap reformasi birokrasi, khususnya di lingkungan Kementerian Keuangan. Purbaya menekankan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi praktik penyimpangan di sektor perpajakan maupun kepabeanan, serta akan terus memperketat sistem pengawasan internal demi menjaga integritas institusi negara.