Pemerintah Indonesia secara resmi menegaskan komitmen penuhnya dalam mengawal kesiapan kontingen nasional menghadapi ajang Asian Games 2026. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp61 miliar yang disalurkan lebih awal untuk memastikan seluruh kebutuhan persiapan atlet terpenuhi dengan optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick usai melakukan koordinasi strategis dengan Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, di Jakarta. Pertemuan ini menjadi krusial dalam menyelaraskan visi pemerintah dengan program kerja tim CdM, terutama terkait kebijakan pembinaan olahraga yang kini lebih berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menpora menegaskan bahwa pola pembinaan atlet tidak lagi dilakukan secara instan, melainkan melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang sistematis. "Persiapan atlet memerlukan proses yang matang dan berkesinambungan. Fokus kami adalah memastikan atlet memiliki kondisi terbaik saat bertanding demi mengejar target empat medali emas yang telah ditetapkan," ujar Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Todotua Pasaribu memaparkan bahwa Indonesia berencana menerjunkan 411 atlet yang akan berkompetisi di 32 cabang olahraga. Dengan menyertakan jajaran ofisial, total kontingen Indonesia diperkirakan mencapai 600 orang. Guna mengoptimalkan kesuksesan misi ini, pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendukung pendanaan serta fasilitas penunjang atlet.

Meski persaingan di kancah Asia dikenal sangat dinamis dan kompetitif, pemerintah tetap optimistis dengan target yang telah disusun. Langkah percepatan pendanaan dan dukungan kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi para atlet Merah Putih untuk mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga internasional tersebut.