Lereng Gunung Muria kembali menjadi pusat perhatian bagi komunitas pelari lintas alam. Agenda Muria Trail Run 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Agustus mendatang, diproyeksikan menjadi katalisator bagi perkembangan wisata olahraga di Jawa Tengah dengan melibatkan partisipasi aktif warga Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus.
Hingga saat ini, antusiasme publik terhadap ajang ini tergolong tinggi, dengan 80 persen kuota pendaftaran telah terpenuhi. Panitia menargetkan lebih dari 500 peserta akan menjajal jalur lari yang menantang tahun ini, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pemanasan pun telah dilakukan melalui rangkaian 'Road to Muria Trail Run' di Semarang, yang melibatkan komunitas lari lintas daerah.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa gelaran ini merupakan wujud nyata strategi pemerintah dalam mempromosikan destinasi wisata daerah melalui sektor olahraga. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk kesehatan, tetapi juga sebagai strategi strategis dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat melalui konsep sport tourism.
Mengusung tema 'Stride for Sustainability' dan konsep Eco Green Sport Tourism, para peserta diajak untuk tidak sekadar berlomba, melainkan juga berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan Gunung Muria. Keunikan lain dari ajang ini adalah tema 'Hajatan Rahtawu', di mana warga setempat akan menyambut pelari dengan keramahan khas pedesaan, suguhan kuliner tradisional, serta pementasan seni lokal.
Direktur Event Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, menjelaskan bahwa keterlibatan penduduk lokal menjadi poin krusial dalam acara ini. Mulai dari penyediaan akomodasi homestay hingga layanan jasa transportasi, warga Rahtawu diharapkan dapat merasakan dampak ekonomi langsung dari kehadiran ratusan pelari dari berbagai daerah.
Untuk mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan, panitia menyiapkan kategori mulai dari 8K, 15K, 30K, hingga 45K, serta kategori master khusus bagi pelari berusia di atas 40 tahun. Seluruh rangkaian kegiatan pun telah dirancang dengan mengutamakan aspek keselamatan dan perlindungan asuransi bagi setiap peserta yang melintasi jalur hutan dan perbukitan Muria.