Desa Rahtawu, yang terletak di lereng Pegunungan Muria, Kabupaten Kudus, bersiap menyambut ribuan pelari dari seluruh penjuru Indonesia dalam perhelatan akbar Muria Trail Run 2026. Lintasan alami dengan medan menanjak dan udara pegunungan yang sejuk menjadi daya tarik utama bagi para pegiat olahraga lintas alam.

Sebagai bentuk persiapan, pihak penyelenggara menggelar agenda "Road to Muria Trail Run" di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan pemanasan yang melibatkan sekitar 100 pelari dari 13 komunitas tersebut bertujuan memperkenalkan konsep rute serta pengalaman unik yang akan disuguhkan di kawasan Gunung Muria mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap pengembangan sektor sport tourism. Ia menilai bahwa kekayaan bentang alam di Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk dikemas menjadi ajang olahraga berskala nasional yang mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kami mendorong agar setiap daerah di Jawa Tengah mampu menghadirkan event trail run. Ini adalah langkah strategis untuk mempromosikan destinasi sekaligus memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat lokal," ungkap Sumarno di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, perwakilan penyelenggara, Yuda Kristiawan, menekankan bahwa Muria Trail Run 2026 mengusung semangat 'Stride for Sustainability'. Melalui konsep Eco Green Sport Tourism, para peserta tidak hanya ditantang secara fisik melalui lintasan yang berat, tetapi juga diajak untuk lebih peduli terhadap konservasi lingkungan di kawasan lereng Gunung Muria.

Dengan perpaduan antara tantangan fisik, keindahan panorama, dan misi pelestarian alam, Muria Trail Run diharapkan mampu menjadi standar baru dalam penyelenggaraan acara olahraga yang ramah lingkungan di masa depan.