Meta Platforms Inc., perusahaan induk dari jejaring sosial Facebook dan Instagram, dikabarkan tengah menyiapkan langkah strategis untuk merambah bisnis infrastruktur cloud. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini berencana mengomersialkan kelebihan daya komputasi serta model kecerdasan buatan (AI) yang mereka miliki kepada pihak eksternal.
Langkah ini menandai babak baru persaingan Meta dalam pasar layanan komputasi awan yang selama ini didominasi oleh pemain besar seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud. Keputusan ini didorong oleh masifnya investasi Meta dalam pengadaan pusat data dan infrastruktur chip mutakhir guna mendukung ambisi pengembangan AI mereka.
Berdasarkan informasi dari pihak internal perusahaan, Meta tengah menjajaki model bisnis yang memungkinkan pengembang untuk mengakses model AI milik perusahaan, termasuk Muse Spark, melalui infrastruktur yang sudah ada. Skema ini diprediksi akan mengikuti jejak layanan Bedrock milik AWS, di mana pengguna dikenakan biaya berdasarkan penggunaan akses terhadap teknologi AI yang dihosting oleh Meta.
Selain menawarkan akses model AI, Meta juga mempertimbangkan opsi penjualan kapasitas komputasi mentah (raw compute). Model bisnis yang menyerupai penyedia layanan 'neocloud' seperti CoreWeave Inc. ini dinilai sebagai cara yang efisien untuk memonetisasi aset infrastruktur teknis yang selama ini hanya digunakan untuk kepentingan internal perusahaan.