Pemerintah Vietnam kini tengah melakukan pergeseran paradigma dalam pengelolaan investasi asing langsung (FDI). Fokus utama tidak lagi sekadar mengejar volume modal, melainkan membangun ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi antara investor global dan pelaku usaha domestik. Langkah ini ditegaskan dalam Resolusi 10, yang menetapkan target ambisius untuk mengikutsertakan 10.000 bisnis lokal dalam rantai pasok global selambat-lambatnya tahun 2030.
Tantangan yang dihadapi cukup nyata. Selama puluhan tahun, meskipun investasi asing mendominasi ekspor nasional, keterkaitan dengan industri lokal masih minim. Sebagian besar perusahaan domestik terjebak dalam segmen pengolahan sederhana atau manufaktur berteknologi rendah. Data menunjukkan bahwa tingkat lokalisasi komponen saat ini baru mencapai 20-25 persen, dengan rasio nilai tambah domestik yang masih berada di bawah angka 50 persen. Kesenjangan teknologi ini memaksa perusahaan asing untuk terus mengimpor komponen atau membawa pemasok dari negara asal mereka.
Para pelaku industri menekankan bahwa pemerintah perlu berperan lebih aktif sebagai mediator dalam kolaborasi ini. Ibu Truong Thi Chi Binh dari Asosiasi Industri Pendukung Vietnam menyarankan perlunya perencanaan yang matang, di mana pemerintah menjembatani kebutuhan teknologi investor asing dengan kapasitas perusahaan lokal jauh sebelum pabrik dibangun. Tanpa sinkronisasi ini, transfer teknologi—yang saat ini masih sangat rendah—akan sulit tercapai secara masif.
Di sisi lain, sektor swasta domestik menghadapi tantangan besar terkait akses permodalan dan biaya inovasi teknologi tinggi. Bapak Hoang Minh Tri, Direktur Perusahaan 4P, menyoroti pentingnya akses pinjaman berbunga rendah dan kebijakan yang stabil agar pelaku usaha domestik dapat beradaptasi dengan standar global yang ketat. Ketidakpastian kebijakan dinilai menjadi hambatan utama bagi perusahaan lokal untuk melakukan investasi jangka panjang dalam inovasi.
Sebagai penutup, transformasi ekonomi Vietnam bergantung pada kemampuan untuk mengubah investasi asing menjadi katalisator kemajuan bagi industri dalam negeri. Dengan menginstitusionalisasikan Resolusi 10 ke dalam regulasi yang konkret, diharapkan tercipta ekosistem industri yang tidak hanya mengandalkan modal asing, tetapi juga mampu menumbuhkan perusahaan-perusahaan nasional yang kompetitif di kancah global. Sinergi ini merupakan kunci utama bagi Vietnam untuk naik kelas dalam rantai nilai tambah internasional.