Kementerian Pariwisata secara resmi memperkenalkan program bertajuk "Liburan ke Kampung Main" sebagai inisiatif strategis untuk mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan yang memadukan hiburan dan nilai-nilai edukasi. Program ini dirancang khusus untuk mendekatkan anak-anak dengan kekayaan budaya, kearifan lokal, serta prinsip keberlanjutan yang menjadi identitas pariwisata Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari kampanye nasional untuk mendorong masyarakat berwisata #DiIndonesiaAja. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak diajak untuk lebih mengenal potensi desa wisata yang tersebar di berbagai pelosok nusantara.
Puncak kegiatan luring akan dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada 1 hingga 5 Juli 2026. Selama periode tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai lokakarya interaktif yang mengusung tema beragam, mulai dari gastronomi, seni desain, budaya, hingga kebugaran, termasuk simulasi edukatif seperti "Petualangan Jagung" yang mengenalkan proses pertanian kepada anak-anak.
Bagi masyarakat yang berada di luar Jakarta, Kementerian Pariwisata juga menyediakan akses digital melalui permainan *scavenger hunt*. Aktivitas ini dapat diikuti dengan memindai kode QR yang tersedia di sejumlah destinasi mitra, seperti HeHa Waterfall Bogor, HeHa Forest Sleman, hingga Jatim Park Malang, mulai dari 22 Juni hingga 5 Juli 2026.
Melalui pengalaman yang inklusif ini, pihak kementerian berharap dapat menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dan tradisi lokal sejak dini. Diharapkan, anak-anak yang berpartisipasi tidak hanya menikmati masa liburan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap pelestarian destinasi wisata dan menjadi penggerak pariwisata Indonesia di masa depan.