PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berkomitmen menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan dengan memperketat tata kelola perusahaan (good corporate governance) serta manajemen risiko yang komprehensif. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas fase koreksi harga emas dunia yang saat ini tengah terjadi di pasar komoditas global.
Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda, menyatakan bahwa dinamika harga saat ini merupakan hal yang wajar. Meski berada di bawah tekanan akibat kebijakan suku bunga global dan penguatan dolar AS, Thendra menegaskan bahwa permintaan emas secara fundamental tetap solid. Faktor seperti ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya literasi masyarakat mengenai tabungan emas menjadi katalis utama optimisme perusahaan.
Selain faktor global, kondisi ekonomi domestik turut memengaruhi pasar, termasuk kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, tren akumulasi emas oleh bank sentral di berbagai negara diprediksi akan menjadi bantalan kuat bagi harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Di sisi operasional, HRTA terus berupaya memperluas akses pasar melalui inovasi produk dan kolaborasi strategis. Perusahaan ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih mudah, aman, dan terpercaya untuk berinvestasi emas guna kebutuhan perencanaan keuangan masa depan.
Kinerja HRTA sendiri menunjukkan performa yang impresif sepanjang kuartal I 2026. Perseroan mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 196,96 persen secara tahunan, dengan laba bersih yang tumbuh mencapai 189,48 persen. Pencapaian ini didorong oleh peningkatan signifikan pada volume penjualan emas murni sebesar 75,18 persen yang mencerminkan besarnya minat pasar domestik terhadap emas sebagai instrumen investasi.