Kehadiran konsep hiburan baru melalui bioskop mini di gerai Alfamart kini semakin meluas. Setelah sukses melakukan debut di Gading Serpong pada April 2026, jaringan ritel ini resmi membuka cabang kedua di Kota Bogor, Jawa Barat. Langkah strategis ini menjadi upaya perusahaan dalam memperluas akses hiburan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini minim fasilitas bioskop komersial.
Salah satu keunggulan utama bioskop mini ini adalah harga tiket yang sangat kompetitif, yakni berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000. Meskipun dibanderol dengan harga terjangkau, pihak pengelola tetap menjamin kualitas audio dan visual yang mumpuni. Proses pembelian tiket pun dirancang untuk kemudahan pelanggan melalui aplikasi Alfagift atau mesin swalayan di lokasi.
Perbedaan mencolok dengan jaringan bioskop konvensional terletak pada ekosistem camilan. Bioskop mini ini tidak memiliki kantin di dalam studio, sehingga penonton diberikan keleluasaan untuk membeli makanan dan minuman langsung dari gerai Alfamart dengan harga ritel normal. Model bisnis ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kenyamanan pelanggan, tetapi juga diklaim berhasil meningkatkan trafik kunjungan ke gerai ritel tersebut.
Terkait pilihan konten, bioskop ini umumnya menayangkan film yang sudah selesai masa tayang di jaringan bioskop arus utama. Pilihan ini diambil untuk menyasar target audiens di daerah yang belum terjangkau bioskop besar. Saat ini, setiap studio memiliki kapasitas terbatas, yakni sekitar 30 hingga 40 kursi, dengan konfigurasi yang lebih sederhana.
Ke depannya, ekspansi bioskop mini di bawah bendera Layar Digi akan terus berlanjut. Rencana pembangunan 10 gerai baru sedang dipersiapkan, dengan sebaran lokasi yang mencakup wilayah Karawang, Sukabumi, Cirebon, hingga Kalimantan. Mayoritas dari bioskop ini akan tetap diintegrasikan dengan gerai Alfamart guna memperkuat sinergi antara ritel dan hiburan bagi konsumen lokal.