Pertandingan krusial antara Portugal dan Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di BMO Field, Toronto, pada Jumat (3/7/2026), berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan skuad asuhan Roberto Martinez. Di balik hasil tersebut, terdapat intervensi teknologi yang menjadi perbincangan hangat, yakni penggunaan Connected Ball Technology.
Ketegangan memuncak saat masa injury time ketika Kroasia mencetak gol melalui Josko Gvardiol yang sempat menyamakan kedudukan. Namun, wasit Espen Eskas memutuskan untuk meninjau ulang insiden tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah dilakukan pengecekan, gol tersebut dianulir karena adanya pelanggaran offside yang terdeteksi melalui sensor pada bola resmi turnamen, Adidas Trionda.
Teknologi ini bekerja dengan menyematkan unit pengukuran inersia (IMU) berfrekuensi 500 Hz ke dalam bola. Sensor tersebut mampu merekam data pergerakan bola hingga 500 kali per detik, memungkinkan wasit mendeteksi sentuhan terkecil dengan akurasi tinggi. Data real-time ini kemudian dikirim ke ruang kendali VAR dan diintegrasikan dengan pemantauan posisi pemain di lapangan.
Penerapan inovasi yang dikembangkan oleh FIFA dan Adidas ini bertujuan untuk memberikan keadilan yang lebih presisi dalam pengambilan keputusan krusial di lapangan. Dengan validasi data dari sensor tersebut, ofisial pertandingan dapat memastikan posisi pemain secara akurat, sehingga insiden yang sulit terlihat oleh mata telanjang dapat diputuskan dengan tepat.