Laju indeks Bisnis-27 terpantau menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (2/7/2026). Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks hasil kolaborasi antara BEI dan Harian Bisnis Indonesia ini menanjak 1,21 persen ke level 389,56.
Sentimen positif menyelimuti pasar pagi ini dengan dominasi 15 saham konstituen yang berhasil berada di zona hijau, sementara 7 saham mengalami tekanan jual, dan 5 lainnya bertahan di posisi stagnan. Saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) memimpin deretan saham dengan kenaikan 2,70 persen menuju Rp1.520. Kinerja impresif juga ditunjukkan oleh saham sektor pertambangan dan mineral, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 2,10 persen serta PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menguat 1,15 persen.
Di sisi lain, sektor perbankan dan infrastruktur turut memberikan kontribusi positif bagi indeks, di mana PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,89 persen, diikuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 0,82 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan penguatan 0,75 persen.
Meskipun demikian, beberapa saham harus mengalami koreksi di sesi awal perdagangan, di antaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang melemah 0,72 persen dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang terkoreksi 0,44 persen. Adapun beberapa saham seperti PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) terpantau tidak mengalami perubahan harga.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mencatat bahwa penguatan ini merupakan kelanjutan dari tren positif sebelumnya. Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat, yang diprediksi akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan, sembari memantau stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.