Tiga mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Tim Lokalabs yang terdiri dari Muhammad Fathi Athallah Anantaasri, Ru'ya Shadiqa Almahdaly, dan Firnia Noor Fadillah merebut posisi juara pertama dalam kategori UI/UX Design pada kompetisi Asosiasi Profesi dan Pendidikan Bisnis Digital (APBISDI) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di ballroom èl Hotel Kelapa Gading, Jakarta, pada Selasa (23/6).
Karya yang mereka usung bertajuk AKALOKA, sebuah desain antarmuka aplikasi yang terinspirasi dari fenomena tingginya distraksi smartphone di kalangan pelajar dan mahasiswa saat jam belajar. Alih-alih menjauhkan perangkat dari penggunanya, Tim Lokalabs justru mengambil pendekatan unik dengan mengonsepkan gadget sebagai semacam CCTV pengawas selama sesi belajar berlangsung.
"Tingginya tingkat ketergantungan terhadap smartphone mendorong kami berpikir, daripada alat dijauhkan dari pengguna, lebih baik konsepnya gadget menjadi CCTV pengawas saat sesi belajar," ungkap Muhammad Fathi Athallah Anantaasri, salah satu anggota tim, menjelaskan gagasan di balik AKALOKA.
Perjalanan menuju podium juara tidak berjalan mulus bagi tim ini. Fathi menuturkan bahwa informasi lomba awalnya diperoleh melalui grup chat dari dosen, dan ia kemudian diajak bergabung oleh rekan setimnya. Tantangan utama yang dihadapi adalah jadwal kompetisi yang berdekatan dengan masa libur, sehingga beberapa hari pengerjaan proyek terhenti padahal tenggat waktu semakin mendesak.
Proyek desain UI/UX AKALOKA mulai dikerjakan sejak 19 Mei 2026 dengan batas waktu pengumpulan pada 18 Juni 2026. Meski dihimpit keterbatasan waktu, kerja keras dan kolaborasi solid antaranggota tim akhirnya membuahkan hasil yang tak terduga.
"Berkat kerja keras tim dan doa dari para dosen, teman-teman, serta orang tua, kami mendapatkan hasil yang alhamdulillah ini. Rasanya sangat mengejutkan, kami awalnya tidak menyangka bisa meraih juara," tutur Fathi dengan penuh rasa syukur.
Ke depan, Tim Lokalabs berharap proyek AKALOKA tidak berhenti pada tahap desain semata. Mereka optimis karya ini dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap pengembangan aplikasi sesungguhnya, sehingga pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia dapat merasakan manfaat nyata dari solusi inovatif yang mereka rancang.