Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Indragiri Hilir secara resmi menyampaikan kritik keras terhadap kondisi perekonomian nasional saat ini. Organisasi mahasiswa tersebut menilai bahwa pemerintah perlu segera melakukan langkah perbaikan substantif guna merespons berbagai persoalan ekonomi yang kian membebani masyarakat.

Ketua DPC GMNI Indragiri Hilir, Muhammad Rizky, menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang dinilai mengkhawatirkan, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus mendapat tekanan. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena berimplikasi langsung terhadap kenaikan biaya produksi, lonjakan harga kebutuhan pokok, hingga tergerusnya daya beli masyarakat secara luas.

Lebih lanjut, Rizky mengungkapkan bahwa beban rakyat semakin berat dengan adanya kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi di tengah ketidakpastian arah kebijakan ekonomi pemerintah. Ia mendesak pemerintah agar tidak hanya memberikan penjelasan normatif, melainkan segera menghadirkan solusi konkret yang terukur demi menjaga stabilitas harga serta memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola ekonomi nasional.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, DPC GMNI Indragiri Hilir menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi ekonomi nasional secara saksama. Pihaknya memberikan peringatan tegas kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dalam mengendalikan inflasi dan mengamankan nilai tukar rupiah agar kesejahteraan rakyat tetap terjaga.

Rizky menutup pernyataannya dengan memberikan ultimatum kepada pemerintah. Jika kondisi ekonomi yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat ini terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan signifikan, maka DPC GMNI Indragiri Hilir menyatakan kesiapannya untuk melakukan aksi turun ke jalan sebagai wujud perjuangan konstitusional dalam membela kepentingan masyarakat luas.