Situasi tidak kondusif mewarnai sejumlah supermarket di Prancis setelah ratusan warga terlibat dalam aksi saling dorong hingga baku hantam demi mendapatkan unit pendingin udara (AC). Fenomena panic buying ini dipicu oleh peringatan cuaca panas ekstrem yang diprediksi akan kembali melanda wilayah tersebut pada pekan depan.
Rekaman video yang beredar luas di berbagai platform media sosial menunjukkan ketegangan di toko ritel Lidl dan Carrefour. Bahkan, situasi di beberapa lokasi sempat mencekam saat seorang pembeli dilaporkan menggunakan semprotan merica, yang mengakibatkan delapan orang, termasuk seorang anak di bawah umur, mengalami cedera. Pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran terpaksa dikerahkan untuk meredam kericuhan serta mengamankan area supermarket.
Insiden serupa dilaporkan terjadi di berbagai kota, mulai dari kawasan pinggiran Paris seperti Nanterre hingga wilayah Prancis bagian timur di Mulhouse. Warga terlihat rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan perangkat pendingin ruangan, yang stoknya kini habis terjual di seluruh jaringan supermarket besar akibat lonjakan permintaan yang drastis.
Presiden Lidl Prancis, John Paul Scally, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi peningkatan volume penjualan tahun ini dengan menyiapkan stok yang lebih besar dibandingkan tahun lalu. Namun, besarnya animo masyarakat di luar dugaan menyebabkan ketersediaan barang ludes dalam waktu singkat. Pihak manajemen supermarket pun mengaku kesulitan untuk mengadakan kembali stok tambahan dalam waktu dekat karena kendala rantai pasok.
Kondisi cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 44 derajat Celsius yang sempat melanda Prancis pekan lalu telah memicu kekhawatiran mendalam bagi publik. Banyak warga merasa tidak lagi memiliki pilihan selain berupaya mendapatkan pendingin udara demi kenyamanan tempat tinggal mereka, meski harus berhadapan dengan situasi yang membahayakan di tengah kepadatan antrean.