Pemerintah Kabupaten Lombok Barat secara resmi memulai rangkaian Pekan Kesenian Senggigi 2026 di Amphitheater Pasar Seni Senggigi pada Sabtu (27/6). Acara ini menjadi bagian strategis dari Festival Senggigi 2026, yang dirancang untuk digelar secara rutin setiap akhir pekan selama tiga bulan penuh hingga Agustus mendatang sebagai upaya menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan, menegaskan bahwa penyelenggaraan berkala ini merupakan langkah nyata untuk merevitalisasi aktivitas pariwisata di kawasan Senggigi. Dengan mengusung tema besar 'The Soul of Lombok', festival ini diharapkan dapat menjaga daya saing Senggigi sebagai wajah utama pariwisata di Nusa Tenggara Barat di tengah menjamurnya destinasi wisata baru.

Pada pekan perdana, penyelenggara menghadirkan konsep 'The Culture of Color' yang menampilkan kekayaan seni budaya dari 10 kecamatan di Lombok Barat. Penonton disuguhi berbagai pertunjukan menarik, mulai dari musik gambus Lembah Sari, Tari Bala Anjani dari Sandik, hingga penampilan kreatif para seniman muda dari Kecamatan Batulayar. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberikan atraksi segar bagi wisatawan.

Camat Batulayar, Subayyin Fikri, menyambut optimis perhelatan ini. Ia menaruh harapan besar bahwa rangkaian festival mingguan tersebut tidak hanya akan menjadi panggung kebudayaan, tetapi juga mampu memicu lonjakan okupansi hotel dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku UMKM di kawasan Batulayar.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menargetkan keterlibatan yang lebih luas dari seluruh elemen kecamatan untuk menyemarakkan Festival Senggigi. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Senggigi kembali sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus destinasi unggulan yang selalu dinantikan kehadirannya oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.