Langit malam Indonesia akan kembali dihiasi oleh fenomena astronomi mempesona pada penghujung Juni 2026, yakni Strawberry Moon atau Bulan Stroberi. Peristiwa alam yang rutin dinantikan ini menawarkan pemandangan bulan purnama yang terlihat bulat sempurna, memberikan pengalaman visual yang menenangkan bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Secara perhitungan astronomi, puncak fase purnama ini dijadwalkan terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026. Mengingat puncak fase berlangsung pada pagi hari, waktu optimal bagi masyarakat Indonesia untuk mengamati keindahan purnama ini adalah pada Senin malam, 29 Juni, serta Selasa malam, 30 Juni. Pada rentang waktu tersebut, bulan akan memancarkan cahaya terangnya sejak matahari terbenam hingga menjelang fajar.

Perlu dipahami bahwa istilah 'Strawberry Moon' bukanlah indikasi warna fisik bulan yang berubah menjadi merah muda. Penamaan tersebut berakar dari tradisi suku asli Amerika Utara, yakni suku Algonquin, yang menandai fase purnama Juni sebagai waktu panen stroberi liar. Secara saintifik, Strawberry Moon kali ini memiliki keunikan karena bertepatan dengan posisi bulan yang berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga ukurannya mungkin terlihat sedikit lebih kecil dan redup dibanding purnama biasa.

Fenomena ini dapat disaksikan secara langsung di seluruh pelosok Indonesia tanpa memerlukan alat bantu khusus. Meski demikian, pemilihan lokasi yang minim polusi cahaya serta memiliki pandangan luas ke arah cakrawala, seperti pantai atau lapangan terbuka, sangat disarankan untuk mendapatkan pengalaman pengamatan yang maksimal.

Bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen ini, penggunaan kamera ponsel dengan fitur Night Mode atau pengaturan manual sangat dianjurkan. Dengan menurunkan tingkat eksposur, detail kawah pada permukaan bulan dapat terekam lebih jelas, menghindari efek silau yang berlebihan saat memotret benda langit yang sangat terang tersebut.