Sebuah operasi penegakan hukum terkait peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, berakhir dengan insiden berdarah yang memakan korban jiwa dari pihak kepolisian dan warga sipil. Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi bahwa saat ini tim gabungan dari Polres Katingan dan Sat Brimob Polda Kalimantan Tengah tengah melakukan penyisiran intensif di lokasi kejadian.
Peristiwa bermula pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan bergerak untuk meringkus residivis kasus sabu berinisial BIO. Ketegangan memuncak saat keluarga target melakukan perlawanan sengit, yang memaksa aparat melepaskan tembakan peringatan hingga tindakan tegas terukur, yang mengakibatkan seorang warga setempat berinisial Teriyo (40) meninggal dunia.
Situasi berubah menjadi anarkis setelah massa yang marah mengepung petugas dengan membawa senjata tajam dan senjata api rakitan. Kalah jumlah, aparat terpaksa melakukan upaya penyelamatan diri dengan menyeberangi sungai. Dalam kondisi terdesak dan di bawah ancaman pengepungan, tiga anggota kepolisian dilaporkan mengalami kesulitan saat berenang; satu personel ditemukan gugur, sementara dua lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengevakuasi lima personel lainnya yang sempat berlindung di kawasan hutan. Sementara itu, jenazah anggota Polri yang gugur telah dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya. Aparat kini memperketat pengamanan di lokasi kejadian guna menstabilkan kondisi keamanan sekaligus melanjutkan misi pencarian dua personel yang belum ditemukan.