Panggung Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium akan menjadi saksi bisu pertemuan antara dua ikon sepak bola modern, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric. Pertarungan di babak 32 besar yang berlangsung Jumat (3/7/2026) ini diprediksi menjadi laga terakhir keduanya di kancah internasional, mengingat faktor usia yang telah menginjak 41 tahun.
Sorotan publik tertuju pada laga krusial ini. Bagi Ronaldo, kemenangan menjadi harga mati demi ambisi besarnya mempersembahkan gelar juara dunia bagi Portugal. Sementara itu, Modric tetap menjadi tumpuan harapan Kroasia untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Keduanya memiliki rekam jejak panjang yang memukau. Sepanjang karier mereka, Ronaldo dan Modric telah mencatatkan total 47 penampilan di Piala Dunia serta mengoleksi enam gelar Ballon d'Or. Kedekatan keduanya bukan hal baru, mengingat sejarah panjang kerja sama mereka saat membela Real Madrid, di mana mereka berhasil mempersembahkan dua gelar LaLiga dan empat trofi Liga Champions.
Vitinha, rekan setim Ronaldo di Portugal, mengungkapkan rasa hormatnya bisa berbagi lapangan dengan legenda seperti Modric. Meski demikian, ia menegaskan profesionalisme timnya untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya.
"Merupakan sebuah kehormatan bisa berlatih dan bertanding bersama Cristiano setiap hari. Saya juga berharap bisa terus melihat permainan Luka Modric lebih lama di lapangan hijau. Namun, besok salah satu dari kami harus gugur, dan saya tentu berharap tim kamilah yang akan melaju," ujar Vitinha.