Portugal berhasil lolos dari lubang jarum dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati pertandingan dramatis melawan Kroasia. Sepanjang 109 menit durasi laga, kepemimpinan wasit dan keputusan dari Video Assistant Referee (VAR) menjadi faktor krusial yang mencegah skuad asuhan Roberto Martinez mengalami nasib serupa dengan tim besar lainnya yang sudah tersingkir.
Sebagai salah satu unggulan turnamen, performa Portugal sepanjang turnamen memang menjadi sorotan karena dianggap jauh di bawah ekspektasi publik. Setelah hanya menjadi runner-up grup, Portugal sempat kesulitan menghadapi tekanan intensitas tinggi dari Kroasia di Stadion Toronto, terutama pada babak kedua ketika gawang mereka kebobolan lebih dulu oleh Ivan Perisic di menit ke-53.
Titik balik pertandingan dimulai saat Cristiano Ronaldo sukses menyamakan kedudukan melalui titik putih setelah wasit meninjau rekaman VAR. Memasuki menit ke-80, Kroasia sempat kembali unggul lewat aksi Luka Sucic, namun gol tersebut dianulir wasit karena sang pemain tertangkap berada dalam posisi offside. Keputusan krusial ini kembali menguntungkan Portugal yang sedang dalam tekanan.
Drama mencapai puncaknya di masa injury time. Gol Goncalo Ramos pada menit ke-90+4 sempat membawa Portugal unggul 2-1. Namun, laga terus berlanjut hingga menit ke-109 akibat berbagai insiden, termasuk pengecekan VAR atas gol Josko Gvardiol di menit ke-90+14 yang akhirnya dianulir.
Peluit panjang akhirnya mengakhiri perjuangan keras kedua tim dengan skor tetap untuk keunggulan Portugal. Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah Selecao das Quinas melaju ke babak selanjutnya, meski performa mereka di lapangan masih menyisakan banyak catatan bagi para penggemar dan pengamat sepak bola.