PT Telkom Akses secara resmi meluncurkan fasilitas Laboratorium Fiber Optik di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terletak di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meratakan standar kompetensi sumber daya manusia digital di seluruh pelosok Indonesia, sekaligus menjembatani kesenjangan akses teknologi antara kota besar dan daerah terpencil.
Peresmian yang berlangsung secara hibrida ini difokuskan di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, serta terhubung langsung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur dan SMKN 1 Kabupaten Sorong di Papua Barat Daya. Program ini merupakan perwujudan kolaborasi antara Telkom Akses dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memajukan kualitas pendidikan vokasi nasional.
Direktur Human Capital and Information Technology Telkom Akses, Nizar, menegaskan bahwa keterlibatan sektor industri sangat krusial dalam menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui program ini, para guru mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknologi fiber optik, mulai dari teknik instalasi hingga pengukuran jaringan, yang diakhiri dengan pemberian sertifikat kompetensi berstandar industri.
Selain peningkatan kapasitas tenaga pengajar, Telkom Akses melengkapi sekolah mitra dengan perangkat simulasi praktik yang menyerupai kondisi lapangan sebenarnya, seperti instalasi ODP hingga simulasi rumah pelanggan. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh lebih dari 1.400 siswa di ketiga wilayah tersebut, yang juga diberikan kesempatan untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di unit kerja Telkom terdekat.
Langkah nyata ini diharapkan tidak hanya menciptakan lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja, tetapi juga menjadi akselerator bagi transformasi digital nasional. Dengan adanya laboratorium ini, Telkom Akses optimistis bahwa para pelajar di wilayah 3T akan memiliki daya saing yang setara dengan talenta digital di wilayah lainnya dalam menghadapi tantangan industri telekomunikasi masa depan.