Para peneliti dari CISPA Helmholtz Center for Information Security baru saja mengungkap adanya enam kerentanan keamanan pada fitur berbagi berkas nirkabel populer, yakni AirDrop milik Apple serta Quick Share yang dikembangkan oleh Samsung dan Google. Celah ini dikhawatirkan dapat dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan satu unit laptop yang terhubung ke jaringan Wi-Fi dalam jangkauan 30 meter.

Secara rinci, tiga celah ditemukan pada sistem operasi iOS dan macOS yang memungkinkan penyerang mengirimkan permintaan tidak valid untuk mengganggu layanan latar belakang perangkat. Hal ini berpotensi memicu kegagalan sistem pada fitur berbagi atau membuka pintu bagi peretasan lebih lanjut. Sementara itu, pada perangkat Android dan Windows, Quick Share terbukti memiliki kelemahan yang memungkinkan pelaku melewati verifikasi sesi hingga eksekusi kode berbahaya melalui celah heap use-after-free.

Hingga saat ini, pihak Apple dan Google diketahui telah menerima laporan tersebut, namun baru dua dari enam kerentanan yang berhasil ditambal melalui pembaruan sistem. Empat celah lainnya masih dalam tahap penanganan oleh pihak pengembang untuk memastikan keamanan data para pengguna di masa mendatang.

Sebagai langkah pencegahan, para ahli keamanan siber mengimbau pengguna agar segera memperbarui sistem operasi ke versi terkini. Selain itu, pengguna sangat disarankan untuk mengubah pengaturan fitur berbagi menjadi "Hanya Kontak" atau menonaktifkannya sepenuhnya saat sedang tidak digunakan. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk menutup akses bagi pihak asing yang berupaya mengeksploitasi perangkat di ruang publik.