Perdagangan bursa saham Asia-Pasifik pada Jumat (4/7/2026) terpantau bergerak dalam koridor yang variatif. Para investor di kawasan regional cenderung bersikap hati-hati, mengikuti tren rotasi modal keluar dari sektor teknologi yang dipicu oleh pelemahan kinerja saham semikonduktor di Wall Street pada sesi sebelumnya.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengawali perdagangan dengan pelemahan sebesar 0,86%, sementara indeks Topix justru mencatatkan apresiasi sebesar 0,34%. Dinamika serupa terlihat di Korea Selatan, di mana indeks Kospi berhasil naik 0,97%, namun indeks Kosdaq yang didominasi saham berkapitalisasi kecil justru terkoreksi 1,12%.

Sentimen positif sempat mewarnai pembukaan pasar Australia dengan penguatan indeks S&P/ASX 200 sebesar 0,42%. Di sisi lain, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil di kisaran level 23.061, tidak jauh berbeda dari posisi penutupan sebelumnya.

Tekanan pada sektor teknologi global ini merupakan imbas dari aksi jual saham semikonduktor di bursa AS, di mana ETF VanEck Semiconductor mencatat penurunan tajam sebesar 4,5%. Emiten besar seperti Nvidia, Micron Technology, hingga KLA mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Kondisi ini kontras dengan indeks Dow Jones yang justru mencetak rekor baru setelah data ketenagakerjaan AS yang melambat memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Di tengah perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, bursa saham AS dijadwalkan tutup pada Jumat ini. Pelaku pasar diprediksi akan menahan diri, sehingga aktivitas perdagangan global diperkirakan akan melambat dibandingkan dengan hari operasional biasanya.