PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara resmi mengumumkan penyelesaian transformasi teknologi informasi berskala besar. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkokoh infrastruktur digital perseroan sekaligus mendukung ambisi bank untuk bersaing di jajaran bank syariah global terdepan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa pembaruan sistem ini menjadi urgensi seiring dengan posisi BSI yang kini tercatat sebagai salah satu dari lima bank terbesar di Indonesia. Dengan migrasi sistem core banking dari platform R10 ke R24 yang melibatkan 1.500 tenaga ahli, BSI kini memiliki kapasitas operasional yang lebih efisien dengan peningkatan mencapai 80 persen.
Transformasi yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara ini berhasil meningkatkan stabilitas kanal layanan hingga mencapai tingkat ketersediaan 99,99 persen. Capaian ini menjadi fondasi penting dalam mendukung operasional aplikasi digital andalan perseroan, yakni BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi.
Selain memperkuat infrastruktur, ekspansi bisnis BSI juga didorong oleh perolehan lisensi sebagai bank emas pada awal 2025. Inovasi produk ini terbukti efektif memperluas jangkauan pasar, dengan total nasabah kini telah menembus angka 24 juta per April 2026.
Di sisi kinerja keuangan, BSI mencatatkan performa positif hingga Mei 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun, tumbuh 16,73 persen secara tahunan, dengan total aset mencapai Rp444 triliun. Melalui transformasi ini, BSI berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang inklusif dan modern di Indonesia.