Jakarta — Ketangguhan menjadi parameter krusial bagi korporasi di Indonesia dalam menavigasi ketidakpastian ekonomi global. Dalam gelaran Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 yang berlangsung di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (2/7), para pelaku industri diingatkan bahwa ekspansi bisnis harus dibarengi dengan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang solid dan praktik berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa metrik keberhasilan perusahaan saat ini telah bergeser. Pertumbuhan yang tinggi tidak lagi relevan jika tidak ditopang oleh manajemen risiko yang mumpuni serta integritas yang terjaga. Menurutnya, perubahan iklim kini bukan lagi isu futuristik, melainkan realitas ekonomi yang menuntut perusahaan untuk segera melakukan transisi menuju ekonomi hijau agar tetap relevan di mata investor global.

Di sisi domestik, Friderica menyoroti resiliensi ekonomi Indonesia yang tetap terjaga dengan pertumbuhan di angka 5,6 persen. Sektor jasa keuangan mencatatkan kinerja positif, didukung oleh pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11,51 persen dan stabilitas likuiditas. Meski demikian, ia mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap waspada terhadap tantangan seperti perlambatan aktivitas manufaktur dan fluktuasi pasar yang dipicu oleh dinamika geopolitik internasional.

Senada dengan hal tersebut, Komisaris Utama Bisnis Indonesia, Hariyadi B. Sukamdani, menyampaikan bahwa tema Where Growth Meets Strength dalam BIA 2026 merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari transisi pemerintahan hingga perubahan perilaku konsumen. Ia menilai, inovasi dan pengembangan sumber daya manusia adalah kunci bagi perusahaan untuk terus menjadi pilar kemajuan bangsa.

Penyelenggaraan penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik bagi dunia usaha untuk terus memperkuat fondasi bisnisnya. Dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam operasional harian, perusahaan diharapkan dapat berkontribusi lebih luas dalam menjaga stabilitas serta mendorong kesejahteraan ekonomi nasional secara berkelanjutan.