Giorgio Antonio akhirnya angkat bicara merespons sorotan tajam publik terhadap kekasihnya, Sarwendah Tan, pasca konflik rumah tangga dengan mantan suaminya, Ruben Onsu. Dalam sebuah siaran langsung yang diunggah ulang di media sosial X, pengusaha berusia 32 tahun tersebut memohon kepada masyarakat untuk berhenti memberikan komentar negatif atau perundungan kepada Sarwendah.
"Hanya saya dan Sarwendah yang memahami dinamika permasalahan yang sebenarnya terjadi. Saya meminta agar publik berhenti berspekulasi atau mencaci maki dirinya. Jika ingin meluapkan kekesalan, tujukan saja kepada saya," tegas Giorgio Antonio dalam pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan status Sarwendah sebagai seorang ibu dari dua putri. Giorgio berharap sesama perempuan dapat memiliki empati dan tidak saling menjatuhkan dalam ruang digital, mengingat dampak psikologis yang mungkin ditimbulkan bagi keluarga yang bersangkutan.
Namun, niat baik Giorgio untuk membela kekasihnya justru berbuah kritik pedas dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai tindakan tersebut sebagai langkah yang kurang tepat atau disebut sebagai 'pahlawan kesiangan'.
Sebagian warganet berpendapat bahwa Giorgio Antonio dianggap belum mampu memposisikan diri dengan bijak. Kritik muncul karena sang pengusaha dinilai seolah ingin mengambil peran sebagai figur ayah bagi anak-anak Sarwendah, padahal Ruben Onsu selaku ayah kandung masih ada dan aktif menjalankan perannya. Respons negatif ini mencerminkan tingginya ekspektasi dan pengawasan publik terhadap kehidupan pribadi figur publik di Indonesia.