Pemerintah Vietnam secara resmi mengubah peta jalan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologinya melalui Keputusan Nomor 260/2026/ND-CP. Kebijakan ini menandai pergeseran paradigma, di mana negara tidak lagi sekadar menjadi pemberi dana riset, melainkan mitra aktif yang berbagi risiko dengan sektor swasta untuk menggarap teknologi strategis berisiko tinggi.
Selama ini, kesenjangan antara hasil laboratorium dan kebutuhan pasar menjadi hambatan utama inovasi di Vietnam. Melalui aturan baru yang berlaku efektif per 1 Juli 2026 ini, pemerintah memberikan dukungan komprehensif yang mencakup pendanaan hingga 100% untuk tugas-tugas riset yang ditunjuk negara, pembebasan pajak impor peralatan penelitian, serta subsidi bunga kredit hingga 10% per tahun melalui Dana Inovasi Teknologi Nasional.
Selain dukungan finansial, kebijakan ini juga menyentuh aspek non-finansial seperti kemudahan akses terhadap laboratorium nasional, perlindungan kekayaan intelektual, serta sistem pengujian terkontrol (sandbox) bagi produk inovatif. Langkah ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang memudahkan pelaku usaha berani berinvestasi pada bidang-bidang krusial seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, bioteknologi, dan material baru.
Wakil Menteri Sains dan Teknologi, Bui Hoang Phuong, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan program ini bukanlah jumlah proyek penelitian, melainkan efektivitas komersialisasi produk. Pemerintah menuntut agar riset yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan praktis di sektor kesehatan, transportasi, pertanian, hingga logistik nasional.
Hingga saat ini, sebanyak 28 proposal proyek teknologi strategis telah diajukan dan sedang dalam tahap peninjauan intensif untuk implementasi segera. Dengan memadukan insentif fiskal yang agresif dan sinkronisasi standar teknis internasional, Vietnam berharap langkah ini mampu mengokohkan kemandirian teknologi nasional dan memperkuat posisi perusahaan domestik di rantai pasok global.