Pembangunan infrastruktur jalan tol yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) kini berada di persimpangan jalan. Sektor konstruksi nasional tengah menghadapi tekanan hebat akibat lonjakan harga material yang terjadi secara signifikan di pasaran.
Situasi ini semakin pelik karena minimnya ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keterbatasan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dikhawatirkan akan menghambat progres fisik di lapangan, bahkan memicu risiko terhentinya pembangunan sejumlah ruas tol yang sedang berjalan.
Kondisi ekonomi makro yang menuntut pengetatan fiskal memaksa pihak terkait untuk memutar otak dalam menentukan skala prioritas. Tanpa adanya intervensi kebijakan atau skema pembiayaan alternatif yang lebih fleksibel, kelangsungan target penyelesaian infrastruktur konektivitas ini berpotensi mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan.