Nilai tukar mata uang rupiah kembali menghadapi tantangan berat di awal pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (6/7/2026), posisi dolar Amerika Serikat (AS) telah merangkak naik hingga mencapai level Rp 17.993 per pukul 10.16 WIB, yang merepresentasikan kenaikan sebesar 30 poin atau 0,17%.
Tren penguatan dolar AS ini tidak terjadi secara tunggal terhadap rupiah, melainkan mencerminkan dominasi mata uang tersebut di pasar global. Dolar AS tercatat kompak menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya.
Catatan perdagangan menunjukkan, dolar AS menguat 0,21% terhadap dolar Australia, serta naik tipis masing-masing 0,03% terhadap euro dan 0,05% terhadap dolar Singapura. Kondisi serupa juga terjadi pada pasangan mata uang dengan yuan China yang naik 0,13%.
Selain itu, tekanan dolar AS turut dirasakan oleh mata uang di kawasan Asia Tenggara dan Jepang. Tercatat, dolar AS menguat 0,29% terhadap yen Jepang, serta menunjukkan apresiasi sebesar 0,10% terhadap baht Thailand dan 0,12% terhadap ringgit Malaysia.