Memasuki pertengahan tahun 2026, tren pembelian smartphone bekas kian diminati oleh masyarakat. Hal ini dipicu oleh selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan perangkat baru, sementara spesifikasi yang ditawarkan masih sangat mumpuni untuk menunjang aktivitas digital harian.
Kondisi pasar saat ini memungkinkan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional mendapatkan perangkat kelas menengah hingga seri flagship lawas dengan kisaran harga Rp2 jutaan. Nilai ekonomis ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi mereka yang mengutamakan performa tanpa harus menguras anggaran secara berlebihan.
Beberapa model yang kini banyak dicari di marketplace nasional dan gerai ponsel terpercaya menawarkan fitur premium, seperti layar Super AMOLED dengan refresh rate tinggi, kualitas kamera yang tajam, hingga dukungan konektivitas 5G. Salah satu model yang menonjol dan masih sangat kompetitif di kelas ini adalah Samsung Galaxy A54 5G yang dikenal memiliki layar memukau serta performa stabil.
Penting bagi calon pembeli untuk tetap teliti sebelum melakukan transaksi. Faktor penentu harga dalam kategori ini sangat bergantung pada kondisi fisik perangkat, kapasitas penyimpanan internal, kesehatan baterai (battery health), serta ketersediaan kelengkapan aksesori bawaan.
Dengan semakin singkatnya siklus peluncuran ponsel baru, stok perangkat berkualitas di pasar sekunder akan terus bertambah. Memilih smartphone bekas kini bukan lagi soal kompromi kualitas, melainkan langkah bijak dalam memaksimalkan fungsi perangkat di tengah dinamika ekonomi teknologi saat ini.