Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi mulai tancap gas dalam merealisasikan pembangunan stadion bertaraf internasional di Kota Banjarbaru. Proyek strategis ini tidak hanya dirancang sebagai pusat aktivitas olahraga, tetapi juga diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi kawasan Metropolitan Banjarbakula.
Kepala Bappeda Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, menegaskan bahwa kehadiran stadion ini diharapkan mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang luas. Pembangunan infrastruktur ini dipandang sebagai instrumen vital dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus mempromosikan Kalimantan Selatan di kancah nasional maupun internasional.
Pemilihan lokasi di jantung Metropolitan Banjarbakula dinilai sangat taktis karena posisinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Aksesibilitas yang prima ini diyakini akan memudahkan mobilisasi masyarakat dan wisatawan, serta membuka peluang lebar bagi penyelenggaraan berbagai ajang hiburan dan olahraga skala besar di masa depan.
Kehadiran fasilitas megah ini diprediksi akan memicu pertumbuhan sektor pendukung lainnya, seperti industri perhotelan, transportasi, perdagangan, dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan. Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan daerah melalui pajak serta retribusi sebagai bagian dari komitmen pembangunan yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar proyek mercusuar, pembangunan ini tetap memprioritaskan fungsi utama sebagai sarana penunjang prestasi olahraga daerah. Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa proyek tersebut memberikan manfaat konkret bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai destinasi unggulan menuju tahun 2030.